- Back to Home »
- Debat Capres TAHAP 3
Kemakmuran Kunci Ketahanan Nasional Menurut Prabowo, dalam kata penutupnya, kemakmuran rakyat adalah kunci ketahanan nasional. Karena itu, ia menegaskan pentingnya menghilangkan kemiskinan, memberantas korupsi, menaikkan kesejahteraan bangsa dan setelah itu baru Indonesia akan disegani, akan dihormati bangsa lain. Prabowo menyatakan bersama Hatta akan berjuang untuk menyelamatkan kekayaan bangsa Indonesia dan membuat Indonesia menjadi bangsa yang mandiri di atas kaki sendiri. Jokowi Kutip Sudirman Dalam pandangan penutupnya Jokowi menyatakan bahwa geopolitik sekarang sedang bergerak ke Timur dan Indonesia berada di tengah pergeseran itu. Ia menyebutkan dengan membangun kekuatan maritim, Indonesia akan menjadi negara yang dihormati. Mengutip pernyataan Panglima Besar Sudirman, Jokowi mengatakan satu-satunya yang tak bisa dihilangkan adalah Angkatan Perang Indonesia. "Salam dua jari," ujar Jokowi. Jokowi Tanya Prabowo Soal Peningkatan Daya Saing Terkait MEA 2015 Menurut Prabowo inti dari daya saing adalah memberi fasilitas, insentif kepada industri di dalam negeri tanpa melanggar kesekapatan yang ada. Insentif yang bisa dilakukan bisa dalam bentuk mempermudah modal dan lahan, agar bisa bersaing dengan komunitas negara lain. Ia juga menyebutkan pentingnya peningkatan investasi di bidang pendidikan untuk meningkatkan daya saing SDM Indonesia. Di sisi lain, Prabowo mengingatkan bahwa pemerintah perlu menghitung segala dampak atas kehadiran MEA 2015 terhadap perusahaan dan perekonomian Indonesia. Menanggapi ini, Jokowi menyebutkan bahwa pembangunan manusia menjadi hal utama. Ia menyebut pembangunan technopark untuk latihan kerja harus segera dibuat karena MEA sudah semakin dekat. Di sisi lain, Jokowi menyebutkan bahwa Dubes Indonesia di Asean harus mampu menjadi marketer untuk memasarkan produk-produk di Indonesia. Dalam hal ini Jokowi mencontohkan produk UKM yang perlu diperkenalkan para dubes RI. Ke depan, Jokowi meminta 80% tugas Dubes RI di Asean adalah memasarkan produk Indonesia dengan begitu pasar Indonesia tidak dikuasai barang-barang impor. Meski mengaku agak kurang tanggap dengan pernyataan Jokowi, karena terlalu teoritis, Prabowo menyatakan tidak berbeda pendapat dengan Jokowi. Namun, Prabowo mengeritik soal pembangunan technopark dalam waktu satu tahun menjelang MEA 2015. Prabowo menganggap semua realistius, hemat APBN, hemat anggaran, "Tutup kebocoran, tutup kebocoran, tutup kebocoran, baru kita bisa kompetitif menghadapi negara lain, " ujar Prabowo. Prabowo Tanya Jokowi Soal Postur Angkatan Perang RI Prabowo menanyakan apakah postur angkatan perang RI sudah memadai, apakah perlu ditambah atau harus dikurangi, kalau ditambah bagaimana untuk mengisi kabupaten yang kosong tidak ada tentaranya? Jokowi menyebutkan anggaran pertahanan kita saat ini mencapai kurang lebih Rp80 triliun. Ia yakin jika pertumbuhan ekonomi di atas 7% maka anggaran bisa ditingkatkan 3 kali lipat. Kuncinya, kata Jokowi, ekonomi tumbuh di atas 7% sehingga kita punya anggaran lebih besar dan anggaran itu bisa digunakan untuk menambahkan prajurit juga alutsista kita, sehingga betul-betul semua yang ada di wilayah Indonesia bisa dikuasai dengan baik. Dengan segala cukup, kita betul-betul bisa menyatakan siap dan kita akan dihormati negara lain. Prabowo melanjutkan dengan pertanyaan, apakah Jokowi pernah memikirkan perlunya tentara cadangan teritorial semacam tentara perlawanan rakyat? "Sangat diperlukan," kata Jokowi. Ia menyebutkan, saat ini cadangan itu ada di sipil sembari menyebutkan soal Menwa dan Hansip yang perlu dilatih dipersiapkan sehingga pertahanan dari sipil bisa mendukung pertahanan Indonesia yang ada. Apa yang Salah Dalam Hubungan Indonesia-Australia Ditanya Jokowi tentang apa yang salah dalam hubungan Indonesia dengan Australia, Prabowo menyebutkan bahwa dari sisi Indonesia tidak ada masalah. "Masalahnya ada di pihak Australia," ujar Prabowo yang menyebutkan adanya semacam fobia dari pihak Australia kepada Indonesia. Setelah Prabowo menyampaikan beberapa penjelasan tambahan yang berujung pada perlunya meyakinkan kepada Australia bahwa Indonesia bukan ancaman bagi negeri itu, Jokowi melanjutkan dengan pernyataan lain. Menurut Jokowi, yang terjadi selama ini adalah persoalan trust dan di sisi lain soal kewibawaan negara. Atas tanggapan Jokowi, Prabowo menyatakan bahwa apa yang menjadi pandangan Jokowi dan dirinya tidak ada bedanya. Lagi-lagi penonton bereksi, tapi Prabowo kembali menyebutkan kalau memang sama kenapa? Dia menyebut Jokowi mengatakan soal trust dan dirinya mengistilahkan kecurigaan. Menurut Prabowo, ini kan menunjukkan pandangan yang sama. Atas pernyataan Prabowo, Jokowi nampak tersenyum. Lebih jauh Prabowo menyindir penonton yang lebih galak dari kedua capres yang sedang berdebat. Laut China Selatan Ditanya tentang kondisi di Laut China Selatan, Jokowi mengatakan bahwa kita sebaiknya berhati-hati menimbang. Kalau punya jalan keluar diplomasi, Indonesia bisa masuk, tapi kalau tidak maka lebih baik Indonesia tidak ikut. Mendengar jawaban Jokowi, Prabowo mengingatkan ada bagian dari laut kita yang diklaim negara-negara dalam kasus Laut China Selatan. "Apakah kita diam saja, atau membela 4 kawan kita di Asean?" tanya Prabowo. Kembali Jokowi mengingatkan pentingnya mengukut keuntungan yang bisa diperoleh. Kalau ada untungnya, kita bisa berperan. "Tapi kalau peran itu tidak ada untungnya, untuk apa kita lakukan?" Jokowi Balas Tanya Soal Anoa dan Tank Leopard Mendapat kesempatan untuk bertanya, Jokowi bertanya pendapat Prabowo tentang pengadaan panser Anoa di dalam negeri dan pembelian tank leopard dari luar negeri. Menurut Prabowo, keduanya tidak ada masalah. Pengadaan panser Anoa atau tank leopard diperlukan karena alasan masing-masing. Jokowi mengejar, tank leopard terlalu berat untuk digunakan di Indonesia yang seberat 62 ton yang tidak sesuai dengan medan dan wilayah serta cuaca di Indonesia. Jokowi ingin ke depan industri pertahanan ditingkatkan dengan baik, diberi anggaran dengan baik, sehingga kita disegani negara lain dan tidak tergantung dari negara luar. Prabowo menyebutkan bahwa pandangan tentang alutsista yang cocok dan tidak cocok dipercayakan kepada para pakar yang telah melakukan riset. Prabowo menyebutkan dalam perang Vietnam, tank seberat 60 dan 70 ton tidak tepat digunakan di Indonesia tidak sepenuhnya benar. Tapi, Prabowo sependapat, dengan pernyataan Jokowi sembari menyatakan bahwa apa yang sudah diputuskan Angkatan Darat atau TNI harus digunakan sebagai perlengkapan arsenal kita. Tapi, Prabowo menegaskan pentingnya kesejahteraan rakyat Indonesia sebagai hal utama. "Kita punya jet, punya viper, tak ada gunanya jika rakyat kita tidak sejahtera." Jokowi Dicecar Soal Penjualan Indosat Prabowo sebutkan pada era Megawati, Indonesia jual Indosat saat Indonesia miliki dua wilayah geostasioner di angkasa. Apa yang akan dilakukan Jokowi. Jokowi menyebutkan bahwa drone penting keberadaannya di Indonesia, meski pun satelitnya masih sewa dari negara lain. Tapi ke depan, kita punya sendiri tapi asal jelas mappingnya, ada targetnya. Soal Indosat, Jokowi mengingatkan, saat itu kondisi Indonesia masih krisis berat dengan keuangan APBN Indonesia masih berat. Saat itu, waktu Indosat dijual, seharusnya dilihat klausulnya apa, bahwa itu bisa kita ambil kembali. karena itu, itu harus kita ambil kembali, kita buy back. Oleh karena itu, kondisi ekonomi Indonesia harus baik dengan pertumbuhan 7 persen. Prabowo mengejar, bahwa Jokowi setuju soal pentingnya Indosat sebagai hal strategis. Jokowi kembali mengingatkan, Indosat dijual karena kondisi krisis, tapi untuk langkah strategis ke depan Indosat harus diincar untuk diberli kembali. "Kondisinya sangat berbeda, saat itu jelas sangat berbeda, hanya kita tentu saja tidak melihat ke belakang, saya inginnya melihat ke depan." Jokowi Perlihatkan Sikap Tegasnya Pada sesi ini, kedua capres diberi kesempatan untuk saling bertanya. Kesempatan pertama, Jokowi bertanya kepada Prabowo tentang bagian mana dari kebijakan pemerintah yang perlu diubah. Menjawab ini, Prabowo menyebutkan bahwa politik luar negeri Pemerintahan SBY sudah berada di jalur yang benar. Prabowo menyebutkan politik luar negeri pemerintahan SBY cukup menonjol, membawa stabilitas, membawa perdamaian, “Jangan dianggap remeh, perdamaian jangan dianggap remeh,” ujar Prabowo. Selanjutnya Prabowo bertanya pendapat Jokowi tentang peran Indonesia dalam WTO, "apakah kita merasa manfaat atau jalan ke depannya bagaimana?" Jokowi menyebutkan, ikut WTO memang ada plus dan minusnya. Dalam perdagangan ada masalah tarif dan nontarif, "ada barrier juga di sana." "Kalau kita tak ikut, barang kita akan sulit. Kita ikut asal barang kita punya daya saing dan kompetitif, sehingga bisa masuk ke semua negara, Itu sebabnya pentingnya meningkatkan daya saing. Masuknya barang asing tentu mengganggu, tapi kalau daya saing kita baik saya kira tidak masalah. Tugas kita ke depan agar barang industri yang berorientasi ekspor bisa masuk ke semua negara," ujar Jokowi. Selanjutnya, Jokowi balik bertanya "ancaman terbesar apa yang sedang dan mungkin dihadapi Indonesia dan bagaimana mengatasinya?" Prabowo sempat bertanya apakah yang dimaksud Jokowi ancaman dari dalam negeri atau luar negeri. “Dua-duanya saya kira Pak, “ jawab Jokowi. Menurut Prabowo ancaman terbesar dari luar negeri adalah adanya negara negara tertentu yang akan mengklaim wilayah kita baik di laut maupun pulau-pulau. Kalau ancaman dari dalam negeri adalah kemiskinan. “Tidak dikuasainya kekayaan alam kita sendiri oleh bangsa kita sehingga kita tidak punya tabungan untuk menangani kemiskinan bangsa kita," demikian salah satu paparan Prabowo. Selanjutnya, saat giliran bertanya, Prabowo mengatakan, "Saudara Joko Widodo, saya ingin bertanya kira-kira strategi atau kebijakan bapak bagaimana jika ada bagian negeri kita yang diklaim selanjutnya diduduki bangsa lain." Menurut Jokowi, diplomasi adalah langkah pertama, "tapi kalau pulau itu jelas milik kita maka perlakuannya beda. Tapi kalau masalahnya belum jelas, batas patok, kita ingin pemerintah dengan pemerintah kita lakukan. Tapi kalau itu jelas wilayah kita, dan menyangkut kedaulatan, yaa jelas, kita buat ramai Pak,“ ujar Jokowi disambut riuh hadirin. Jokowi lantas melanjutkan, "Jangan dipikir saya tidak bisa tegas, karena saya tidak ingin disebut tidak tegas. Apa pun akan saya pertaruhkan,” ujar Jokowi sembari menyebutkan bahwa tegas berarti berani mengambil keputusan dengan segala risikonya. Prabowo Kembali Setuju Dengan Jokowi Debat Presiden putaran ketiga kembali diwarnai suasana ketika Prabowo menyetujui pendapat Jokowi. Kali ini Prabowo setuju soal perlunya sertifikasi untuk para TKI yang dikirim ke luar negeri. Riuh rendah hadirin terdengar ketika Prabowo menyatakan setuju dengan pandangan Jokowi. Namun, seperti pada sesi sebelumnya, Prabowo menyatakan tidak masalah kalau dirinya setuju denan pandangan yang baik. Terkait upaya agar Indonesia dihargai oleh negara lain, Prabowo kembali menegaskan pentingnya Indonesia menjadi negara dengan kondisi rakyatnya yang sejahtera. Karena dengan itu, Indonesia akan dihargai oleh negara lain. Jokowi: Indonesia Perlu Bentuk Poros Maritim Terkait cara untuk membuat Indonesia menjadi negara yang kuat, Jokowi menyebut soal Konferensi Asia Afrika. Merujuk pengalaman masa lalu, Jokowi menyebutkan Indonesia bisa membentuk poros maritim yang kuat. Perlindungan TKI, Jokowi Tegaskan Perlu Moratorium Menurut Jokowi, perlindungan tenaga kerja Indonesia, dalam hal ini tenaga kerja wanita menjadi kewajiban setiap KBRI di negara-negara tempat TKI berada. Selain itu, jika ternyata negara tertentu tidak memberikan perlindungan yang memadai kepada tenaga kerja wanita dari Indonesia maka moratorium menjadi hal yang harus diterapkan secara tegas. Jokowi Kedepankan Cara Damai, Tapi Siap Perang Bagi Jokowi cara damai melalui hukum internasional adalah hal utama dalam menyelesaikan sengketa dengan negara lain. Namun, kata dia, hal itu tidak menutup kemungkinan dilakukannya langkah tegas, berupa perang dan angkat senjata. Prabowo Janji Santun Tapi Minta Negara Lain Mengerti Indonesia Ditanya tentang hubungan baik dengan negara tetangga dan kepentingan Indonesia, Prabowo menyampaikan sejumlah hal. Kekuatan Nasional menurut Prabowo merupakan hal yang penting saat kita berbicara tentang kepentingan nasional yang tidak bisa tawar menawar yaitu keutuhan NKRI. Tidak satu jengkal pun wilayah Indonesia akan kita biarkan lepas. Tidak satu meter, satu senti meter pun laut kita akan kita serahkan kepada pihak lain. Tapi, kata dia, di ujungnya adalah kekuatan kita untuk mempertahankan keutuhan nasional. Prabowo berjanji, akan selalu santun dan tenggang rasa dan akan mengerti dan berusaha mengerti dengan kepentingan bangsa lain tapi juga akan mengatakan kepada bangsa lain untuk mengerti kesulitan Indonesia, kepentingan Indonesia. Menurut Prabowo, hal itu penting dalam menjaga persahabatan dengan negara lain. Prabowo: Kalau Kita Lemah Kita Akan Terus Diganggu Menjawab moderator, Prabowo menyebutkan kekayaan alam Indonesia adalah semua yang ada di wilayah Indonesia. Menurut Prabowo, selama ini kekayaan nasional mengalir ke luar tidak tinggal di Indonesia. "Bocor...bocor...bocor..." ujar Prabowo. Ia mencontohkan soal bauksit Indonesia yang mengalir ke luar negeri tidak tetap di Indonesia. Lebih jauh, ia menyebutkan kondisi nasional yang banyak kemiskinan, banyak kondisi kisruh, maka luar negeri bisa melihat kondisi riil Indonesia. Ia mencontohkan, kalau kondisi dalam negeri lemah, apakah kita bisa bertindak jika negeri lain mengklaim laut kita, dan bagian Indonesia lainnya. "Kalau kita lemah kita akan diganggu terus oleh negara lain." tegas Prabowo. Jokowi: Indonesia Perlu Punya Drone Ditanya moderator tentang penyelamatan SDA dan modernisasi alutsista tanpa membuat negara tetangga takut, Jokowi menyebutkan sejumlah hal. Menurut Jokowi, untuk memonitor kekayaan maritim dan perikanan, Indonesia perlu punya pesawat drone alias pesawat tanpa awak. Pesawat ini bisa untuk mengawasi pertahanan juga hal yang terkait ketahanan ekonomi termasuk mengawasi praktik ilegal fishing dan ilegal logging. Pusat komando drone, ujarnya, bisa saja di Sumatra, Kalimantan, atau Jawa. "Kalau ini dilakukan kita bisa melihat di koordinat mana mereka melakukan, dan kita tinggal meminta apakah angkatan laut kita, angkatan udara kita, atau angkatan darat kita melakukan serangan," ujar Jokowi. Jokowi Ingin Indonesia Berwibawa dan Dihormati Capres Jokowi menyampaikan sejumlah hal terkait ketahanan nasional dan hubungan internasional. Di satu sisi Jokowi menyebutkan pentingnya perlindungan bagi seluruh WNI, meningkatnya daya saing nasional, serta terciptanya keamanan regional, kawasan dan internasional. Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyatakan pasangan Jokowi-JK mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Selain itu, Jokowi menyebutkan pentingnya penataan strategi hubungan antarpemerintah, antarpelaku bisnis, juga antarmasyarakat terkait hubungan internasional. Politik luar negeri bebas aktif perlu didukung ketahanan nasional yang kuat, begitu ujar Jokowi di awal pernyataannya. Sementara di akhir pernyataan, Jokowi menyatakan pentingnya meningkatkan kesejahteraan prajurit, modernisasi alat alat pertahanan termasuk pertahanan cyber dan pertahanan hybrid, juga modernisasi dan industri pertahanan yang harus diperkuat lagi. "Indonesia ingin menang di laut, berwibawa, dan dihormati," begitu ujar Jokowi saat menutup dengan posisi Indonesia sebagai negara maritim. Prabowo Tegaskan Masalah Dalam Negeri Kunci Ketahanan Nasional Moderator bertanya akan dibawa ke mana NKRI terkait hubungan internasional dan ketahanan nasional. Menurut Prabowo yang mendapat kesempatan pertama, politik luar negeri mau tidak mau adalah cermin dari kondisi dalam negeri. Politik luar negeri tidak ada artinya jika kondisi dalam negerinya tidak baik. Menurut Prabowo terlalu banyak kekayaan nasional yang diambil ke luar negeri. Ini menurutnya adalah kunci bagi Indonesia untuk menjaga ketahanan nasional. Bagi Prabowo, ketahanan nasional, keamanan nasional, terletak pada kesejahteraan rakyat Indonesa. Lebih jauh, Prabowo menyebutkan tidak ingin punya musuh tapi tak sejengkal tanah pun akan diserahkan kepada pihak asing. Prabowo-Jokowi Adu Pelipis Setelah moderator Prof Hikmahanto Juwana mengundang capres no urut satu Prabowo Subianto dan capres nomor urut dua Jokowi ke podium, keduanya mengulangi adegan salaman seperti di ruang tunggu. Tak hanya itu, Jokowi dan Prabowo bercipika-cipiki, walau yang tertangkap di kamera adegan itu lebih mirip gerakan adu pelipis kiri dan kanan. Setelah itu, kedua capres dan hadirin bersama sama berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ketua KPU Buka Debat Capres III Setelah kedua capres berada di lokasi Debat Capres III, Ketua KPU Husni Kamil Malik membuka acara terlebih dahulu. Ia menyebutkan acara debat capres ini mendapat sambutan antusias masyarakat di Indonesia. Prabowo dan Jokowi Salaman Jelang debat capres dimulai, Jokowo dan Prabowo serta Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla bertemu di sebuah ruangan. Jokowi nampak bersalaman dengan Prabowo yang mengenakan baju khas warna putih dan berpeci. Tak hanya bersalaman, Prabowo dan Jokowi juga nampak berjalan beriringan menuju podium lokasi debat. Seperti halnya Prabowo, Hatta Rajasa tampil dengan busana putih dan peci hitam. Sementara Jusuf Kalla mengenakan batik seperti halnya Jokowi. Kubu Jokowi Akui Prabowo Lebih Siap Kubu Joko Widodo mengakui bahwa debat bertema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional ini adalah materi yang sepenuhnya dikuasai oleh Prabowo Subianto. Selanjutnya silakan klik DEBAT CAPRES III: Kubu Jokowi Akui Prabowo Lebih Siap Jokowi Datang ke Lokasi Debat Dilaporkan Metro TV, Minggu (22/6/2014), tak selang lama setelah Prabowo, Joko Widodo juga dikabarkan sudah berada di lokasi debat. Seperti tampak dalam tayangan televisi yang dimiliki salah satu pendukung Jokowi ini, gubernur nonaktif DKI Jakarta tersebut datang dengan mengenakan batik coklat lengan panjang. Prabowo Datang Lebih Dulu Berdasar informasi dari lokasi Debat Capres di Holiday Inn Jakarta, dilaporkan bahwa capres Prabowo Subianto datang lebih dulu. Prabowo memasuki pintu VIP yang disediakan, demikian dilaporkan Metro TV, Minggu (22/6/2014) malam. Mantan Jenderal vs Mantan Pemimpin Satpol PP Terkait tema Debat Capres III malam ini, menarik untuk membandingkan pengalaman Prabowo Subianto dan Joko Widodo menyangkut masalahan pertahanan dan keamanan. Sebagai seorang mantan perwira tinggi TNI (dahulu bernama ABRI), Prabowo Subianto terakhir menjabat Panglima Komando Strategis Angkatan Darat. Sementara Jokowi, saat di Solo dikenal sebagai wali kota yang berhasil memimpin Satpol PP bertindak lebih manusiawi menghadapi para pedagang. Ikuti dan klik artikel selengkapnya di tautan berikut: DEBAT CAPRES III: Mantan Jenderal Pasukan Cadangan Strategis vs Mantan Pemegang Kendali Satpol PP Prabowo Bertemu Pakar Komunikasi Politik Sehari menjelang debat terbuka calon presiden putaran ketiga yang akan dilakukan Minggu (22/6) malam ini, Prabowo Subiyanto melakukan pertemuan dengan pakar komunikasi politik. Secara tidak sengaja, Bisnis.com mendapati capres bernomor urut 2 itu bertemu dengan pakar komunikasi asal Universitas Indonesia (UI) Effendy Ghazali dan Ketua Bidang Pemikiran dan Kajian Kebijakan DPP Golkar Rizal Mallarangeng di sebuah cafe di Wisma Proklamasi, Sabtu (21/6) petang. Informasis selanjutnya silakan klik: DEBAT CAPRES III: Sehari Jelang Debat, Prabowo Temui Pakar Komunikasi di Sebuah Kafe SBY Juga Menunggu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menantikan visi dan misi bidang internasional dari para kandidat calon Presiden RI. Kepala Negara berharap moderator yang akan memimpin ajang debat capres putaran ketiga mendatang dapat menggali visi misi bidang internasional tersebut dari para kandidat. Hal tersebut diungkapkan SBY dalam acara konperensi pers di sela-sela kunjungan kerja luar negeri ke Republik Fiji, Rabu (19/6). Selengkapnya simak melalui tautan berikut: Debat Capres, SBY Tunggu Visi Bidang Internasional Jokowi Beri Kejutan? Debat capres putaran ketiga bertema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional disebut kubu Jokowi sebagai momen untuk melemparkan kejutan baru. Anggota tim pemenangan pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, Poempida Hidayatullah mengatakan Jokowi akan memberikan kejutan pada debat capres ketiga yang akan dilangsungkan pada Minggu (22/6/2014). "Pasti akan ada kejutan lagi nanti, seperti saat debat kedua kemarin, tetapi kami belum bisa ungkap apa kejutannya," kata Poempida kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/6/2014). Selengkapnya simak melalui tautan berikut: DEBAT CAPRES III: Jokowi Akan Berikan Kejutan. Kira-kira Apa Ya? Prabowo Sudah Siap Kubu Prabowo-Hatta menyatakan siap beradu argumen dalam debat capres ketiga yang digelar KPU, dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional, Minggu (22/6/2014). Ilustrasi: Debat capres Jokowi vs Prabowo putaran II./Antara Antara Ilustrasi: Debat capres Jokowi vs Prabowo putaran II. Bisnis.com, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum kembali menggelar debat calon presiden antara capres nomor urut satu Prabowo Subianto dan capres nomor urut dua Joko Widodo. Format debat tahap III ini akan berlangsung mirip dengan debat tahap II. Debat Capres III menurut jadwal akan diadakan malam ini di Hotel Holloday Inn, Kemayoran, Jakarta, mulai pukul 19.30. Bertugas sebagai moderator debat adalah Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana. Debat akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi TVOne. Simak laporan livenya hanya di Bisnis.com. Selengkapnya simak melalui tautan berikut: DEBAT CAPRES: Prabowo-Hatta Siap Hadapi Jokowi-JK Soal Politik Internasional PILPRES 2014: Inilah Jurus Prabowo Pada Debat Capres III, Besok Siapkan Komunikasi Tepat Menjelang debat antar Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Suhardi mengatakan Calon Presiden Prabowo Subianto mempersiapkan bagaimana cara menyampaikan visi dan misi serta program-program dengan baik kepada masyarakat. "Persiapannya bagaimana beliau berkomunikasi dengan baik dengan segala macam tingkatan," kata Suhardi di GBK, Minggu (22/6/2014). Walaupun ilmu dan pengalaman Prabowo dinilai sudah bagus, lanjut Suhardi, cara mengkomunikasikan dengan tepat agar apa yang disampaikan dapat diterima semua level masyarakat tidaklah mudah. Selengkapnya simak melalui tautan berikut: DEBAT CAPRES NANTI MALAM: Prabowo Persiapkan Cara Komunikasi yang Tepat Format Tidak Banyak Berubah Tak banyak perubahan dalam format debat antara calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo pada 22 Juni 2014. “Desain sama seperti debat kemarin, duduk tanpa pakai podium. Juga tanpa mengurangi durasi,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sigit Pamungkas seusai pertemuan tim sukses Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK , Rabu (18/6/2014). Selengkapnya simak melalui tautan berikut:
